Showing posts with label Cuap-Cuap Penulis. Show all posts
Showing posts with label Cuap-Cuap Penulis. Show all posts


Setelah sekian lama... akhirnya aku nulis di blog ini lagi. Setelah kemarin sempat berkirim chat sama temen lama, dan tahu dia masih aktif ngeblog. Aku kok, jadi ingat blog yang sudah berdebu ini. Pftt... hoek hoek.


Bukan lupa...


Aku masih ingat. Hanya saja kadang bingung mau nulis apa. Apa yang mau dibagikan. Sedangkan hidupku nggak menarik blas.


Nah, karena aku masih bingung buat nulis apa. Maka sekembalinya aku ke blog ini lagi, aku menyapa bersama bos bos kecil di rumah.

 

Tiga Pasukan Bulu


Jeno, Ucil dan Winter

Sekarang aku punya tiga kucing di rumah. Dua, berusia hampir tiga tahun yang aku adopt dari salah satu kenalan. Dan yang satunya berusia 3 bulan (mungkin).


Mereka tidak hanya bos kecil yang menguasai rumah tapi juga temanku. Teman main, teman curhat, teman berantem, teman yang suka ngrecokin waktu bersih-bersih rumah.


Oke aku ajak kenalan dulu sama mereka ya.



Jeno – Si Pemalu dan Paling Ramah


 


Nama panggilannya Nyonyo.


Aku nggak tahu dia ini jenis kucing apa. Dan jangan tanya juga... karena aku nggak ngerti, nggak tahu jenis-jenis kucing dan biasanya nggak begitu peduli.


Jeno aku adopt dari kenalanku... terdorong adopsi kucing waktu itu sebagai pengalihan dari rasa sedih sebenarnya. Aku sengaja memilih mengadopsi bukan membeli. Kebetulan kenalanku ini memang punya banyak kucing, di rumahnya sudah ada 19 katanya dan induknya Jeno melahirkan enam anak kucing yang kebetulan semuanya dilepas adopsi saat berusia empat bulan.


Tanpa embel-embel mahar.



Sejak awal aku tertarik dengan Jeno, karena dia sudah tampan paripurna dari lahir. Bulunya cokelat susu, ekor panjang, anaknya aktif dan sifatnya ramah. Bahkan sampai dia dewasa, dia jadi kucing yang paling ramah di antara ketiga saudaranya. Penakut sama orang baru, tapi selalu jadi yang pertama mendekat kalau ada tamu dan menyapa dengan hangat.


Dia juga yang paling care, mungkin karena si sulung kali ya. Dia nggak ragu memeriksa keadaan adik-adiknya jika salah satu dari mereka kena marah atau terjadi sesuatu.


Misalnya, kalau aku memutar suara bayi menangis atau suara anak kucing, Jeno yang akan pertama kali datang memeriksa untuk memastikan apa yang sedang terjadi. Dia juga sangat ramah dengan anak-anak loh, beberapa kali keponakan atau teman yang membawa anaknya datang ke rumah dan main bareng mereka.


Hobinya naik jendela sambil melihat pemandangan di luar.


Cuma ya, dia itu pemalu dan penakut banget. Sama suara hair dryer aja takut. Dia punya sesi menyendiri sepertiku, nggak mau diganggu. Biasanya bakal milih tidur di atas lemari, dan jangan coba ganggu dia kalau sudah begini.


Aku baru sadar, betapa sedikitnya foto Jeno, karena dia memang lebih suka menyendiri dan pemalu.


Di antara saudaranya, Jeno yang paling lembut hatinya. Nggak bisa dibentak, nggak bisa denger suara kasar sedikit pun karena pasti akan langsung takut. Makanya aku paling hati-hati saat ngomong atau bersikap sama dia.


Aku beri dia nama Jeno, karena... uhm.


Orang ini.

 

 

Ucil – Si Paling Manja Sedunia



Kucing oyen dengan ekor bengkok yang selalu bergoyang setiap saat.


Anak ini sebenarnya tidak masuk dalam daftar adopsiku. Karena waktu itu aku hanya mau Jeno. Tapi pemiliknya bilang, mereka berdua ini tidak bisa dipisahkan. Dari enam saudara, mereka selalu berdua, nempel terus pokoknya. Dan Ucil ini berbeda dengan Jeno yang sehat, bersih dan tampan saat pertama kali aku lihat. Ucil tubuhnya kurus, perutnya buncit seperti cacingan. Sering mengalami kondisi yang disebut konjungtivitis sehingga butuh perhatian lebih. Dia juga sering flue waktu kecil dibanding si kakak.



Pemiliknya memohon untuk aku mempertimbangkan mengadopsi Ucil juga, karena takut jika dipisah dari kakaknya, dia nggak akan bisa bertahan. Awalnya aku enggan, karena pengen adopsi satu saja. Takut nggak bisa bertanggung jawab, waktu itu. Tapi dengan pertimbangan, kalau aku masih tidak mau merawatnya, Ucil akan diambil dua minggu kemudian setelah mereka sedikit lebih besar. Namun lama-lama aku sayang juga.


Ucil tumbuh lebih aktif dari kakaknya, suka eksplore dan lari-lari sampai manjat gorden. Tipikal oyen sih, ya.


Tapi dia nggak terlalu suka keluar rumah. Dia lebih mirip aku di sisi itu, sebagai anak rumahan.


Dia yang awalnya nggak diinginkan malah jadi anak paling manja, paling pintar ngrayu, suka nempel dan nyari perhatian. Bahkan cuma dia yang berani bangunin aku tidur. Entah Ucil menganggapku sebagai apa, tapi hobinya adalah berbaring di atasku dan memijit-mijit (hanya dia yang suka mijitin aku). Dia juga sering mengusir saudaranya yang sedang manja-manja di pangkuanku misalnya, seolah aku nggak boleh memperhatikan yang lain selain dia.


Jika Jeno pemalu, Ucil nggak peduli dengan yang lain selain aku. Dia tidak pernah mendekat dengan orang lain. Hanya memperbolehkan aku yang menyentuhnya. Maka jika ada orang lain di rumah, dia akan memilih untuk sembunyi, menjauh atau melakukan apa yang dia inginkan tanpa peduli dengan orang lain. Tipe cuek yang nggak peduli sekitar, sekali lagi dia seperti aku di sisi ini.


Dari segi karakter, Ucil ini lebih santai dibanding Jeno. Nggak baperan, nggak mudah tersinggunga atau takut. Tapi jangan coba bikin dia marah, kalau nggak mau dicuekin seharian penuh.


Bisa dibilang dia paling care sama aku. Dia selalu bisa merasakan saat aku nggak baik baik saja. Dia akan mendekat, mencoba menempel sampai aku merasa mendingan. Bahkan nggak jarang, dia mendekat buat memeriksa keadaanku yang lagi mewek jelek cuma gara-gara nonton film.



Ucil yang awalnya kurus, kecil, mungil... tiba-tiba membesar. Tubuhnya jadi lebih gendut dibandingkan kakaknya. Sehingga rasanya nama Ucil jadi nggak cocok buat dia ya. Kadang dia suka dipanggil Ucil Kudanil, Kebocil, Godzicil. Karena badannya yang membesar hehehe...


Karena obesitas, Ucil kini jadi pemalas, nggak seaktif waktu kecil dulu. Kerjaannya ya, makan-tidur.


Nama Ucil diberikan juga karena tubuhnya yang waktu itu kecil mungil dan aku bingung mau kasih nama apa, karena dia nggak pernah masuk dalam agenda hidupku. Tapi justru yang membuatku merasa... lebih hidup.

 


Jeno dan Ucil terbukti nggak bisa terpisahkan. Sejak kecil bahkan sampai besar, mereka suka tidur bersama. Meski dewasa ini, mereka lebih sering menghabiskan waktu sendiri sendiri. Mungkin karena sudah punya hobi masing-masing hahaha...


Tidak jarang, Ucil jadi nggak tenang waktu Jeno menghilang (anak ini suka menghilang, suka main, pernah nggak pulang selama 8 jam hingga terkunci di rumah tetangga). Saat itu, Ucil terlihat kalut bahkan nggak mau makan. Jadi keputusan tepat bukan, saat aku setuju untuk mengadopsi mereka berdua pada akhirnya.


Foto terakhir mereka, beberapa hari lalu. Masih suka tidur bareng.

 

Winter – Si Pinter dan Jahil yang Hobi Gangguin Orang



Awalnya aku merasa sudah cukup dengan Jeno dan Ucil. Tidak pernah terpikir menambah bos baru di rumah. Tapi saat menemukan anak ini di jalan, (kucing oyen dengan ekor buntung) hujan deras dan menangis sendirian, menjelang malam. Aku nggak bisa menghentikan diri sendiri buat bawa dia pulang ke rumah.


Apalagi dengan keadaan tubuh penuh dengan scabies.


Ya, bagian tubuhnya mengeras mulai dari telinga, kepala, sebagian wajah, kaki, ekor dan bagian bawah tubuhnya. Kondisinya benar-benar mengkhawatirkan. Aku nggak yakin berapa usia dia waktu aku temukan di pertengahan Juni. Yang jelas dia masih berusia di bawah empat minggu, karena saat itu aku bahkan belum bisa mengenali jenis kelaminnya. (Maka aku beri nama Winter karena saat itu bertepatan dengan fenomena bediding).


Aku bawa dia pulang, aku bersihkan dan obati. Tapi saat itu, belum muncul rasa sayang. Aku bahkan biarin dia tidur di garasi karena takut menularkan scabies ke Jeno dan Ucil. Pada keesokan harinya, aku coba keluarkan dia. Biarkan dia main di luar dan tidak terpikir akan merawatnya. Tapi saat menjelang sore, melihat dia meringkuk di depan rumah... Nggak tega juga rek. Jadi aku biarkan dia masuk lagi dan tidur di garasi. Mulai obati scabiesnya dan bersihkan tubuhnya dengan rutin.


Sampai di malam ketiga dia di rumah, nafsu makannya menghilang, Winter jatuh sakit, tiba-tiba sesak napas dan lesu. Aku tahu, mungkin itu gejala awal pneumonia. Jadi aku biarkan dia tidur di dalam rumah, karena di garasi dingin banget, udah pasti ya kan...


Aku siapkan tempat, aku hangatkan tubuhnya, aku temani sambil mengelusnya sepanjang malam waktu itu. Aku janji sama diri sendiri, kalau anak ini bertahan aku akan biarkan dia tinggal di rumah.


Untungnya dia kuat dan bertahan. Keesokan harinya, dia sudah mulai membaik. Mau makan meski cuma sedikit.


Dan benar saja, itu gejala pneumonia. Anak ini juga cacingan parah selain scabies di  sekujur tubuhnya. Tapi karena anaknya cukup bisa diajak kerja sama waktu diobati dan dibersihkan, scabiesnya pun sembuh dengan cepat. Winter bahkan paling pinter waktu minum obat dibandingkan kedua kakaknya. Dia bisa makan vitamin minyak ikan dan dikunyah seperti permen, sementara kedua kakaknya harus dicekokin dulu atau dicampur di makanan.



Secara karakter dia lebih cuek dan bermental baja dibanding Ucil. Bukan cuma nggak baperan, tapi juga tahan omelan. Dia nggak bakal takut, atau ngambek waktu diomelin tapi justru ngledek diam-diam.


Dia suka banget gangguin kedua kakaknya. Jahil dan sangat aktif lari-larian sepanjang rumah. Pokoknya kalau nggak gangguin Jeno, ya Ucil. Lalu beralih gangguin aku. Dia ini, super jahil deh.


Sama sepertku, Winter suka banget nonton. Terutama film horrror.


Anak ini yang bikin aku paling semangat beliin mainan, soalnya dia suka banget main. Berbeda sama Jeno dan Ucil yang cenderung lebih suka main bareng dibandingkan main dengan mainan yang aku belikan.


Sejujurnya, kehadiran Winter sempat enggak diterima sama Ucil. Ucil bahkan ngambek, kehilangan nafsu makan dua minggu penuh saat Winter masuk ke rumah. Ucil akan mengerang dan memberikan penolakan saat Winter mendekat. Tapi untungnya dia nggak melukai Winter ya, karena Ucil jauh dari kebanyakan oyen yang biasanya bar-bar.


Untungnya, setelah berjalan hampir satu bulan, Ucil bisa mulai menerima keberadaan Winter.


Foto pertama Winter bersamaUcil.



Oh ya, belakangan aku baru tahu kalau Winter ini cowok. Dan dia makin cakep dari hari ke hari.

 


Uhm... kira-kira begitu deh. Panjang banget. Ya, pokoknya senang bisa kembali lagi.

Assalamualaikum.... Selamat memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, di daerahku biasanya diadakan sebuah tradisi yang dikenal dengan nama tradisi kembang endok atau jika dalam bahasa Indonesia nya, bunga telur. Tradisi ini konon hanya ada di Banyuwangi loh dan sudah puluhan tahun lamanya dilakukan oleh masyarakat Banyuwangi.

Ketika Maulid Nabi, semua daerah di Banyuwangi baik di Kota hingga pelosok Desa akan merayakan tradisi kembang endok.



Dalam tradisi ini, masyarakat akan beramai-ramai turun ke jalan dengan mengarak ratusan kembang endok yang ditancapkan pada pelepah pohon pisang, satu pelepah pohon pisang biasanya berisi 50 kembang endok atau lebih yang kemudian dibagikan pada masyarakat yang ada di sepanjang jalan, sambil tak henti-hentinya mengumandangkan sholawat. Tradisi ini biasanya dilakukan setelah melaksanakan sholawatan di Masjid.

Makna Tradisi Kembang Endok
Tradisi yang telah dijalankan puluhan tahun ini memiliki makna yang dalam loh, kawan. karena tradisi ini merupakan salah satu cara masyarakat Banyuwangi untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Untuk itu tradisi kembang endok ini selalu dirayakan dan dilestarikan untuk membuat masyarakat merasakan spirit dan semangat pada hari peringatan Maulid Nabi. Tradisi ini pun menjadi salah satu syiar budaya Islam yang wajib untuk dilestarikan guna mempertahankan kearifan lokal.

Filosofi Kembang Endok
Srmentara itu filosofi kembang endok ini juga cukup dalam loh. Terdiri dari tiga lapisan yakni kulit telur, putih telur dan kuning telur. Kulit telur melambangkan keislaman, atau sebagai identitas seorang muslim. Putih telur  melambangkan keimanan yang berarti setiap muslim harus mempercayai kebesaran dan melaksanakan segala perintah Allah. Sementara kuning telur melambangkan keihsanan, yang artinya setiap muslim harus percaya dan memasrahkan diri serta iklash pada Yang Maha Kuasa.


Di tempat saya sendiri setiap tahun dilaksanakan tradisi kembang endok yang dilaksanakan seusai melakukan kegiatan sholawatan yang dilakukan di Masjid. Tak jarang tradisi ini juga dibarengi dengan melaksanakan acara tausyiah yang dipimpin oleh pemuka agama setempat.

Nah, jadi nih setiap pukul 6.30 pagi warga akan berkumpul di depan jalan raya untuk menyaksikan tradisi kembang endok ini dan berharap mendapatkan salah satu kembang endok yang diarak. Setiap tahun acara ini dilaksanakan secara besar-besaran, seperti hari ini tradisi kembang endok ini dilaksanakan dengan membuat beberapa replika yang dibuat dari kertas, ada replika yang menyerupai Masjid, Unta dan juga Gajah. Kemudian diangkat bersama-sama untuk di arak sambil tak henti-hentinya mengumandangkan sholawat yang dimeriahkan juga oleh para penabuh rebana.

Meriah deh, pokoknya.

Berikut ini tradisi kembang endok yang dilaksanakan di daerah rumah saya. Dusun Bangunrejo, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.
















Meriah kan, acaranya? Nah, kalau di tempat kalian gimana nih? Apa ada tradisi semacam tradisi kembang endok ini? Yuk, share di bawah ini ya! 



Banyuwangi , 20 November 2018
Assalamualaikum....

Sudah lama ya rasanya nggak bercuap-cuap, tapi biasanya saya bercuap-cuap kalau lagi galau loh, eh tapi sekarang juga masih galau sih, galau forever karena belum bisa move on. Eaaaaaaaa. Lupakan masalah move on.

Kali ini saya mau curhat mengenai salah satu pengalaman menarik yang sering saya alami sejak masih kecil, tapi selama ini saya selalu menampiknya dan menganggap, ah... itu mah cuma halusinasi.

Lalu kemudian saya melihat salah satu vlog dari Juliana Stephanie yang waktu itu lagi kolaborasi bareng Filo Sebastian. Sebenarnya saya kurang tahu siapa sih Filo Sebastian ini, apakah dia indigo atau semacamnya, entahlah. Kalau si Julie sih sering lihat di LDP atau video tutorial make upnya.

Nah, tapi tiba-tiba dia membahas seuatu yang membuat saya tertarik, yaitu sesuatu yang berhubungan dengan mahluk tak kasat mata gitu. Dan ketika saya melihat videonya, saya jadi merasa senasib karena sering merasakan hal yang sama yang dialami oleh Julie. Hanya saja selama ini saya diam dan menganggap, ah cuma halusinasi, lagi capek mungkin dan tentu saja takut dianggap mengada-ngada kalau cerita sama orang lain. Persis dengan yang dibilang Filo. Nah, kalau kalian pengen lihat videonya seperti apa, kalian bisa lihat di bawah ini!



Sudah lihat kan, videonya. Mari lanjutkan untuk membaca cerita saya. Sama seperti Julie, saya sedikit bingung dengan diri saya sendiri, apakah saya hanya takut, paranoid atau sebenarnya saya sensitif. Karena saya sering merasakan sesuatu yang aneh namun berusaha untuk menganggapnya biasa saja dan cuma ah, yaudahlahnya cuma halusinasi atau saya sendiri yang paraoid.

Jadi nih, saya sering banget mengalami hal-hal yang diluar nalar manusia, sama seperti yang pernah dirasakan oleh Julie dan dijelaskan oleh Filo. Pokoknya hampir mirip-mirip gitu lah, makanya saya akhirnya berani bercerita di sini. Dan selama ini semua pengalaman itu saya anggap biasa aja lah, nggak terlalu memikirkannya dan akhirnya berlalu begitu saja.

Mari simak ya, pengalaman apa saja yang pernah saya alami selama ini. Dari mulai gangguan ringan hingga cukup berat karena berhubungan dengan sentuhan. Saya bagi dalam dua part untuk tulisan ini biar nggak terlalu panjang. Kita mulai dari pengalaman ringan yang saya alami sejak beberapa tahun silam.


1. Barang Barang Suka Menghilang Sendiri Dan Kembali


Salah satu pengalaman tak masuk logika yang saya alami adalah, menghilangnya barang-barang secara misterius dan kembali sendiri justru di tempat yang nggak wajar. Sering banget nih, ngalamin ini. Saya nggak tahu apakah mereka benar-benar bisa menyentuh bahkan memindahkan barang tapi itu yang saya alami dan ini nyata. Nggak bohong apalagi dibuat-buat. Jadi keluarga saya sudah pindah rumah 5 kali dari saya kecil hingga dewasa ini, dan setiap rumah punya cerita tersendiri. Di rumah ke 4 yang saya tinggali, saya sering banget mengalami hal-hal aneh seperti barang berpindah sendiri dan tahu-tahu muncul di tempat yang aneh dan nggak mungkin bisa berpindah sendiri di sana. Yang pertama adalah smartphone milik Ibu. Jadi ceritanya Ibu dan Bapak baru pulang dari Bali, tengah malam mereka baru nyampe, terus ponsel miliknya dia ingat diletakkan di meja yang terletak di ruang tengah, saya pun lihat. Bapak juga lihat. Tapi besoknya benda itu lenyap dan baru ketemu dua minggu berikutnya di lemari yang terletak di gudang. Siapa coba yang iseng meletakkannya di situ?

Nggak hanya itu saja, smartphone milik saya juga pernah lenyap dan tahu-tahu ada di dalam sarung bantal. Masuk akal nggak? Smartphone itu ketemu karena dimiscall sih, sementara punya Ibu nggak bisa dimiscall sebab batrainya lowbat. Selain itu, anting yang saya kenakan di telinga sebelah kanan juga pernah hilang, dan dua hari berikutnya ketemu di dalam tas. Padahal saya nggak ngerasa melepasnya gitu, nggak mungkin kan jatuh sendiri dengan epic masuk ke dalam tas selempang yang biasanya saya gunakan di sebelah kiri. Menurut kalian gimana?



2. Mendengar Suara Aneh


Saya pernah mengalami apa yang dialami Julie. Samar-samar saat tertidur di depan teve, memang keadaannya sudah tengah malam. Tiba-tiba seperti ada seorang anak kecil berada di sebelah saya dan mereka tertawa. Pada saat itu badan saya nggak bisa digerakin, hingga akhirnya berusaha untuk bergerak dan ketika saya membuka mata, ternyata nggak ada apa-apa di sekeliling saya. Dan sampai kemarin saya masih percaya itu cuma halusinasi hingga akhirnya mendengar penjelasan Filo. Kejadian ini masih saya rasakan di rumah ke 4. Dan puncaknya ketika samar wulu (senja menjelang Magribh) ada seseorang yang ke rumah, dan memanggil nama saya. Ada yang jawab loh, padahal waktu itu saya lagi pergi ke rumah nenek dan kondisi rumah lagi sepi karena Bapak dan Ibu sedang pergi ke Jakarta. Pengalaman ini pernah saya  bagikan ke dalam sebuah cerita yang pernah saya posting di blog ini juga. Nih, buat kalian yang belum baca atau ingin baca lagi Suara Dari Dalam Rumah. Masih kurang aneh? Coba baca yang berikutnya.



3. Depresi Sendiri Entah Kenapa



Saya percaya, kita memiliki energi dan mereka pun memiliki energi, ada yang positif dan ada yang negatif. Energi positif biasanya hanya akan membuat saya merasakan keberadaan mereka namun masih bisa nyaman di tempat tersebut. Akan tetapi jika energinya negatif maka yang saya rasakan adalah ketidaknyamanan, gusar dan bahkan depresi. Ini yang pernah saya rasakan ketika menempati rumah ke 3. Di kamar yang berada di depan dan dekat dengan sebuah sumur tua. Katanya sih, sumur itu agak angker dan saya memang pernah melihat sekelebat, entah itu apa. Pokoknya warna putih dan lewat dengan cepat, saat saya menutup tirai jendela pukul 12 malam. Maklum imsomnia akut yang jarang tidur, jadi mangsa empuk deh. Nah, selama saya menempati kamar tersebut, hampir setiap malam saya jadi nggak bisa tidur. Dan baru merem sekitar pukul 4 pagi. Nggak hanya susah tidur, setiap malam di kamar itu saya merasakan sesuatu yang negatif. Bawaannya pengen nangis, dan nangis beneran semalaman dan saya nggak tahu apa masalahnya, apa penyebabnya, padahal saya dalam kondisi baik-baik saja tidak sedang mengalami tekanan apa pun. Tapi entah kenapa selama 2 bulan menempati kamar itu, yang saya rasakan hanya keterpurukan dan nyaris seperti orang depresi. Kejadian tersebut nggak berlanjut karena saya memutuskan untuk pindah kamar.

Ibu saya pun nggak nyaman berada di kamar itu, dan kebetulan Tante saya memang bisa melihat hal-hal aneh, mengaku ada mahluk dengan energi negatif mendiami sudut kamar itu.



Gimana menurut kalian? Apa ada dari kalian yang pernah mengalaminya? Atau malah nggak percaya dengan hal-hal begini dan mungkin menganggap saya cuma halusinasi atau paranoid sendiri. Terserah deh, karena sejujurnya sampai sekarang saya sendiri pun bingung. Dan hal-hal seperti ini emang nggak bisa dijelaskan dengan logika sehingga manusia nggak tahu pasti dan nggak harus benar-benar meyakininya. Akan tetapi kita nggak bisa melupakan fakta bahwa mereka memang ada di sekitar kita.

Ada yang pernah mengalami apa yang saya alami? Coba deh, bagikan pengalaman kalian, biar bisa sharing bareng ya!




Kali ini saya ingin bercerita mengenai persahabatan, tentang tiga sahabat saya, sambil sedikit curhat ceritanya, karena sayapun merasa tertodong dan terpalak untuk membuat cerita empat somplak.

Siapa empat somplak?

Mereka adalah orang-terbaik yang diciptakan oleh Tuhan. Ketika aku mengatakan terbaik, percayalah... Mereka memanglah manusia-manusia yang diciptakan di atas kesempurnaan.


Sahabatku yang pertama


Perkenalkan, Riska Fibriana. Misterious Gilr yang satu ini merupakan gadis muslimah yang tidak hanya cantik melainkan memiliki kepribadian sholeha, dia yang merupakan karyawan sebuah perusahaan swasta ini juga dikenal sebagai gadis yang tidak hanya cerdas, namun juga kreatif. Dari tangan-tangan ajaibnya dia bisa menciptakan berbagai macam benda ataupun kerajinan tangan yang luar biasa indah.
Lihat saja hasil karyanya: 


Selain itu dia memiliki kebijaksanaan luar biasa tentang bagaimana cara dia memandang makna kehidupan. Dia adalah teman terbaik saat bertukar pikiran.


Sahabatku yang kedua.

Dia adalah ibu perinya kami, ibu peri bagi semua teman-temannya. Ibarat seorang princess yang tidak hanya memiliki kecantikan tapi juga kebaikan dan ketulusan hati. Dialah Putri. Sesuai dengan namanya dia memang seorang princess yang tidak hanya dikaruniai wajah cantik rupawan namun juga kebaikan dan ketulusan hati. Dia adalah orang pertama yang ada ketika temannya mengalami kesusahan, dia tidak akan ragu menitikan air mata ketika salah satu temannya mendapat musibah, dia tidak pernah ragu menyuarakan kebenaran dan melawan kemungkaran.

Sifatnya yang tidak pernah mengecewakan teman, membuatku menjadikan dia sebagai pundak pertama untuk berkeluh kesah.


Sahabat ketiga


Siti Wulandari, sahabatku yang satu ini merupakan traveler sejati sekaligus selebgram yang cukup terkenal. Memiliki jumlah follower yang tidak bisa dikatakan sedikit. Penampilannya selalu fashionable, dia juga ahli dalam bidang fotografi.
Cek saja sendiri akun instagramnya! Hits kan...
Di bandingkan instagramku yang bagaikan upil di tengah Sahara.


Bukankah aku memiliki sahabat-sahabat yang sempurna, mereka juga sangat luar biasa, mereka adalah yang terbaik. Tapi semua itu pudar ketika kami bersama, luntur saat kami berkumpul menjadi satu. Tiba-tiba saja mereka menjadi sosok yang berbeda, sosok yang menyebalkan yang selalu membullyku.

Di balik kerudung syar'inya Riska bisa bertransformasi menjadi gadis jenaka, somplak dan mirip Cak Lontong versi wanita. Dengan banyolan-banyolan cerdasnya yang membuat perut sakit menahan tawa. Sementara Putri, jangan bayangkan dia sebagai princess. Karena percayalah, ketika kami bersama dia akan mengeluarkan kalimat-kalimat sindiran yang akan membuatku malu mengakuinya sebagai teman. Ketika dia mulai buka suara, percayalah! Jangan percaya! (????)

Maksudnya jangan mempercayai apapun yang dikatakan oleh Putri atau kamu akan malu sendiri lalu berharap tidak pernah mengenalnya seumur hidup.

Setali tiga uang dengan Putri, di balik foto-foto cool yang bisa kalian liaht di instagramnya, jangan kaget, jangan heran, jangan terkejut ketika mengetahui sifat aslinya yang gokil dan suka menyindir. Jangan dekat-dekat dengannya jika hatimu tidak kebal menahan sakit akibat kata-katanya yang nyinyir.

Itulah sebabnya mereka semua adalah tiga somplak empat sempurna. Karena mereka tidak akan pernah lengkat jika tidak ada orang keempat. Dan meskipun mereka somplak, tapi bagiku mereka semua sempurna.


Demikianlah artikel gaje yang sebenarnya sudah mengendap cukup lama didraft dan baru tersentuh hari ini, ketika rasanya dunia sudah tidak menarik lagi. Aku hanya bisa berdiam dan menghibur diri.

Selamat malam....



Siapa sih, yang nggak tahu keindahan Gunung Ijen? Matahari terbitnya yang sudah tersohor di manca negara hingga Banyuwangi mendapat julukan Sunrise of Java. Itu juga yang membuatku terpesona dengan keindahan gunung ini sejak kecil. Melihat Gunung Ijen bertengger dengan megahnya bersama Gunung Raung dan Gunung Merapi membentang dari arah utara hingga selatan dan berada di barat Banyuwangi, seolah-olah jajaran pegunungan ini menjadi benteng pelindung Banyuwangi.

Sejak kecil juga aku sering mendengar cerita-cerita menarik tentang Gunung Ijen, tentang kawahnya yang merupakan danau air asam terluas di dunia, tentang blue fire, tentang tambang belerang dan betapa mupengnya aku waktu mendengar cerita Mbak Evy (teman kost semasa PKL) yang dilamar di puncak Kawah Ijen pake bunga edelweis. Mau mau mau...



Entah kenapa saat masih kecil aku bersumpah ingin menginjakkan kaki ke Gunung Ijen sebelum mati, pokoknya ini keinginan terbesarku saat aku masih belum mengerti apa artinya cita-cita. Terdengar konyol ya, tapi memang itulah aku yang mungkin masih polos dan lugu.

Meskipun pada akhirnya aku melupakan mimpi konyol itu, tapi ternyata bisa juga aku berdiri di puncaknya.


Selain terkenal dengan keindahannya, Gunung Ijen ternyata memiliki misteri yang sampai saat ini masih belum terpecahkan dan nggak masuk akal.

Dimulai dari cerita pertama yang aku dengar saat masih duduk di sekolah dasar, cerita ini aku dapat dari anak guru privatku, Mbak Nana. Mbak Nana ini masih kuliah kalau nggak salah dulu dia kuliah di Jember. Saat libur semester dia mengajak beberapa teman kuliahnya yang dari luar kota untuk mendaki Gunung Ijen. Dulu jalur pendakian Gunung Ijen masih berupa hutan belantara yang padat dan rimbun, berbeda dengan sekarang yang sudah dibuat jalan kecil berpasir yang menanjak. Selain itu dulu juga nggak seramai sekarang, kalau sekarang setiap hari ada saja yang mendaki Gunung Ijen kalau dulu masih relatif sepi. Saat aku terpisah dari temen-temenku aku masih bisa jalan bersama pendaki lain bahkan sempet-sempetin nyapa pendaki asal Korea Anyeong Haseyo sudah gitu saja nggak bisa yang lain lagi. Ditambah lagi kalau ingin mendaki Gunung Ijen harus berangkat malam hari agar bisa sampai di puncaknya saat dini hari untuk melihat fenomena blue fire atau api biru yang hanya terjadi pada pukul 2-4 pagi, dan jangan lupa tujuan kamu mendaki gunung ini tentu untuk menyaksikan matahari muncul malu-malu dari balik Gunung Merapi.



Itu sebabnya kalau dulu kamu terpisah sama rombonganmu saat mendaki, temenmu cuma pohon dan hmmm nggak tahu yang nyapa itu manusia atau apa. Nah, kejadian inilah yang menimpa salah satu temen Mbak Nana. Dia tertinggal dari rombongan dan tersesat di hutan belantara yang sepi tengah malam lagi. Dia bilang dia didatangi seorang nenek tua dan bertanya padanya, setelah dia menjelaskan bahwa dia terpisah dari rombongan dan mungkin tersesat, nenek misterius itu memintanya untuk memegang pundaknya lalu menutup mata. "Jangan buka mata apapun yang terjadi sampai Nenek bilang buka matamu," begitu kira-kira kata si nenek. Lalu teman Mbak Nana ini nurut-nurut saja, nggak berapa lama setelah si nenek menyuruhnya membuka mata, taraaaaaa... Nenek tersebut menghilang dan dia berada di puncak gunung nggak jauh dari rombongannya. Meskipun intinya si nenek membantunya, tapi agak serem juga nggak sih, untung yang keluar bukan nenek gayung.

Cerita berikutnya berasal dari salah satu sahabatku, Wulan yang merupakan selebgram fenomenal dan juga traveler sejati, soalnya kerjaannya jalan-jalan terus. Nah, saat itu dia bersama sepupunya yang bernama Ferdi sedang dalam perjalanan pulang dari Gunung Ijen sekitar pukul 3 sore, saat-saat kritis dimana kabut sedang turun dan menyelimuti jalanan menurun yang mereka lewati. Saat itu motor yang mereka naiki hampir menabrak pohon dan mereka terjatuh di aspal. Ferdi melepaskan kemudi motornya lalu motor itu justru jalan sendiri beberapa meter di jalan menanjak tinggi padahal dalam keadaan mesin mati sebelum akhirnya motor itu ambruk juga di aspal. Saat itu Wulan mmengatakan ada hawa negatif di sekeliling mereka yang mebuat bulu kuduknya merinding. Lalu mereka melanjutkan perjalanan pulang sambil nggak berhenti mengucapkan istighfar dalam hati.

Tapi itu juga nggak bikin dia kapok buat naik ke Ijen sih. Emang dasar ya, seleb instagram.

Cerita ketiga ini baru aku dengar sepekan lalu dari Putri. Putri bilang sih, dia lihat berita ini di facebook, aku juga nggak tahu sih beritanya soalnya sudah jarang buka facebook. Nah, di berita ini diceritakan tentang pendaki asal Probolinggo yang hilang di Gunung Ijen, setelah dicari seharian pemuda itu akhirnya ditemukan oleh salah satu penambang belerang dengan keadaan telanjang cuma tinggal pakai kolor doang. Saat ditanya dia seperti orang linglung dan nggak sadar. Baru setelah dibiarkan beberapa saat dia mulai sadar dan bercerita bahwa dirinya dikejar-kejar oleh sekelompok pria berseragam seperti polisi membawa samurai, dan dalam penglihatannya dia berada di hutan sendirian nggak ada orang padahal dia udah teriak-teriak minta tolong. Hmmm serem juga ya.



Tapi meski begitu, nggak mengurangi antusias orang-orang untuk mendaki gunung ini, malah tiap hari selalu ramai oleh pendaki apalagi di saat akhir pekan dan hari libur nasional. Apalagi gunung ini dikenal dengan keindahan matahari terbitnya sehingga membuat Banyuwangi dijuluki sebagai The Sunrise Of Java.

Selain itu, tulisan ini tidak bermaksud untuk menyebarkan hoax ya, karena dari judulnya saja sudah menggunakan misteri, yang maksudnya adalah belum dapat dibuktikan kebenarannya, jadi tulisan ini cuma berisi beberapa cerita yang aku dengar dari beberapa orang dan kita tidak bisa benar-benar mempercayainya.

Walau bagaimana pun, Gunung Ijen merupakan salah satu Gunung terindah di Indonesia dan wajib kamu kunjungi jika kamu adalah seorang pecinta alam. Nggak hanya pecinta alam deh, buat kamu yang suka mengeksplore tempat baru, Gunung Ijen juga cocok kok, untuk dikunjungi.

Bahkan bagi kamu yang bukan pecinta alam sekalipun dan belum pernah naik gunung, Gunung Ijen menjadi salah satu gunung yang ramah untuk pemula. Tak harus punya pengalaman naik gunung sebelunya asal punya tungkai kaki yang kuat buat diajak jalan nanjak.

Meski banyak sekali cerita cerita misteri yang tersebar mengenai gunung ini, kita tetap masih harus mencari tahu kebenarannya sebelum sepenuhnya percaya, jadi walau banyak cerita nggak masuk akal jangan pernah kapok naik gunung Ijen ya. Kalau aku sih, nggak kapok. Aku masih ingin ke sana. Mudah-mudahan tahun ini bisa naik Gunung Ijen lagi.

Assalamalaikum...

Mungkin beberapa dari teman-teman penasaran atau sempat bertanya dalam hati, kenapa blog ku menggunakan logo Semanggi? Atau mungkin tidak ada yang peduli. Well tapi pada kesempatan kali ini aku ingin menjelaskan Arti Nama dan Logo Semanggi yang sudah saya gunakan semenjak pertama kali membuat blog.

Sebenarnya bukan tanpa alasan kenapa aku menggunakan nama dan logo semanggi. Apa karena aku suka makan semanggi? Nggak juga sih. Tapi jika diingat semua itu berawal saat aku masih kecil mungkin masih duduk di bangku taman kanak-kanan, Ibu sering mengajakku ke sawah setiap sore, bersama beberapa tetangga dan anak-anak kecil sebayaku untuk mencari semanggi. Kalau dulu sih, masih banyak ya di sawah. Kami bisa menemukannya dengan mudah lalu memetiknya.

Saat kegiatan petik memetik semanggi inilah terjadi percakapan antara Ibu dan salah satu temanku, yang mengatakan bahwa semanggi ini mirip aku. Karena rambutku dulu kriting-kriting gimana gitu ya, mirip semanggi katanya. Entahlah, mirip dari mananya aku juga nggak tahu. Dan Anggi, Sem-Anggi. Jadilah setelah hari itu aku sering dibully dan dipanggil semanggi. Kesel sih, berasa pengen aku jambakin terus lempar mereka semua ke kutub utara biar dehidrasi (nah loh).

Sampai akhirnya setelah dewasa julukan itu sedikit demi sedikit menghilang dan terlupakan. Tapi anehnya aku kembali diingatkan oleh salah satu teman baikku yang entah saat itu sengaja atau tidak dia nyeletuk semanggi. Bedanya kali ini bukan dalam rangka untuk membullyku, tapi untuk memberiku semangat.

Semanggi merupakan kepanjangan Semangat Anggi, karena di matanya aku adalah seseorang yang memiliki semangat tinggi, optimis dan selalu tersenyum apapun yang terjadi. Meskipun dulu sempet sebel juga waktu diledek semanggi, tapi sekarang berkat Ana aku tahu makna yang ada di dalam satu kata sederhana, Semanggi.


Apalagi setelah aku tahu tentang filosofi yang terdapat dalam Four Leaf Clover atau Empat Daun Keberuntungan yang dipercaya merupakan simbol keberuntungan dan harapan. Semanggi yang umumnya memiliki tiga daun dalam satu tangkai, tapi ada suatu kondisi langka yang menyebabkan semanggi memiliki empat daun dalam satu tangkai, keadaan yang langka ini disebut-sebut kemungkinan seseorang untuk bisa menemukannya adalah 1 banding 100,000.

Dalam beberapa kepercayaan apabila seseorang menemukan semanggi berdaun empat maka hal tersebut dianggap sebagai keberuntungan.

Di Irlandia four leaf clover dianggap sebagai simbol pembawa keberuntungan.

-Daun pertama melambangkan Iman
-Daun kedua untuk Hope
-Daun ketiga untuk Love
-Daun keempat untuk Luck


Aku pernah hampir tidak inggin menggunakan lambang semanggi untuk jati diri blogku, tapi salah satu blogger terkeren -uhuk- yang juga salah satu teman baikku menyarankan agar aku tetap menggunakan lambang semanggi karena menurutnya lambang semanggi telah menyatu dan menjadi ciri khas yang sudah menempel sekian lama padaku. Lalu dia dengan senang hati membuat logo dan banner semanggi untuk blog ini.



Terima kasih Bryan Suryanto dan Bravura Infinity.

Tidak hanya digunakan untuk blog logo dan banner ini juga digunakan untuk fanpage pribadiku, Faranggi Eva Lutvika.

Nah, sudah tahu kan Arti Nama dan Logo Semanggi. Nggak penting ya hahaha penting-pentingin aja deh.